Sabtu, 04 Februari 2017

The Flying Dutchman, Kapal Hantu Terkutuk yang Tak Mau Berlabuh

Tags


Mengarungi samudera hanya bisa dilakukan oleh orang-orang pemberani. Bukan hanya karena mereka akan berpisah dengan daratan dalam waktu yang lama atau karena harus berhadapan dengan gelombang laut, tetapi juga karena mereka memiliki peluang bertemu dengan kapal hantu The Flying Dutchman. Kapal ini cukup tersohor di kalangan pelaut sebab tidak hanya satu atau dua orang saja yang melihatnya.


Selama lebih dari dua ratus tahun, The Flying Dutchman menghantui kapal-kapal penjelajah. Berdasarkan catatan-catatan, kapal ini sering muncul saat cuaca sedang tidak bersahabat. Sejak awal abad ke-20 hingga saat ini tidak ada catatan lagi mengenai kapal hantu asal Belanda ini. Hingga akhirnya kisah The Flying Dutchman dianggap sebagai legenda.

Bermula Saat Perjalanan Menuju Indonesia

Cerita dari kapal hantu ini bermula pada tahun 1641 saat sebuah kapal Belanda melakukan perjalanan ke Indonesia. Cerita lain mengatakan bahwa kapal saat itu berasal dari Indonesia menuju ke Belanda. Saat mendekati Tanjung Harapan di bagian Selatan benua Afrika, cuaca tiba-tiba memburuk dan gelombang lautan sangat tinggi hingga melampaui dek kapal.
Ilustrasi The flying Dutchman oleh Carl Banks
Awak kapal yang biasanya berani menghadapi lautan mulai berlutut dan berdoa. Mereka meminta sang kapten, Hendrick van der Decken untuk memutar balik kapal dan menuju daratan terdekat. Kapten Hendrick menolak dan meminta mereka untuk terus menerjang badai. Bahkan saat petir menyambar tiang kapal mereka, sang kapten tetap teguh pada pendiriannya.

Tidak Pernah Berlabuh

Kapten Hendrick van der Decken memang sudah cukup berpengalaman. Tapi apalah dia jika dibandingkan dengan terjangan gelombang lautan. Saat ia berteriak, “Kita akan terus berlayar hingga hari akhir!” gelombang menelan kapal tersebut. Mungkin karena perkataannya itulah, kapal yang ia tunggangi menjadi terkutuk. The Flying Dutchman terus berlayar dan tidak pernah berlabuh hingga hari akhir.
Tanjung Harapan, tempat The Flying Sutchman sering muncul
Rupanya kapal itu tidak mau berlayar dengan tenang. Ia selalu muncul menghantui kapal lain yang mengarungi lautan di sekitar Tanjung Harapan. Catatan pertama tentang kapal hantu ini ditulis pada tahun 1790 oleh John Macdonald. Sejak itu, banyak bermunculan cerita-cerita mengenai The Flying Dutchman dalam catatan-catatan para pelaut. Beberapa mengatakan kapal tersebut bercahaya, ada pula yang mengatakan kapal tersebut gelap dan terlihat menyedihkan.

Menghantui Kapal Lain

Dua ratus tahun setelah tenggelamnya kapal Belanda itu, sebuah kapal Inggris melewati Tanjung Harapan. Seorang awak kapal melihat The Flying Dutchman berlayar ke arah yang berlawanan dengan mereka. Sesaat terlihat kapal tersebut akan bertabrakan. Awak kapal berusaha mengubah haluan supaya tidak terjadi kecelakaan. Namun saat mereka sudah begitu dekat, kapal hantu itu menghilang.
Ada yang mengaku melihat kapal hantu di Tanjung Harapan, namun ia tidak yakin apakah ini The Flying Dutchman atau bukan. Bagaimana menurutmu?
Di akhir abad ke-19, puluhan pelancong yang sedang bersantai di salah satu pantai di Tanjung Harapan mengaku melihat kapal tersebut. Pada saat itu mereka tidak mengetahui bahwa yang mereka lihat adalah kapal hantu. Mereka terkesima karena kapal yang muncul tiba-tiba tersebut memiliki desain yang sangat jadul. Kapal tersebut menghilang dengan cepat, secepat saat ia muncul. Deskripsi kapal yang mereka ungkapkan persis sama dengan The Flying Dutchman dan tidak satu pun dari mereka pernah melihat foto atau mendengar tentang kapal itu.
Legenda kapal hantu The Flying Dutchman memang tidak bisa dibuktikan kebenarannya karena tidak ada kabar lagi mengenai pelaut yang berjumpa dengan kapal hantu ini. Tidak semua orang memercayainya, namun cerita ini selalu berhasil menarik minat. Banyak penulis buku dan film yang menggunakan legenda ini sebagai inspirasi mereka. Karena itulah cerita tentang kapal malang ini akan terus terdengar.


EmoticonEmoticon