Jumat, 24 Februari 2017

7 Pembunuh Berantai Wanita Paling Brutal yang Tak Segan Mencincang Korbannya

Tags


Berbicara soal pembunuh berantai, kita pasti akan langsung teringat dengan nama Jack the Ripper, pembunuh berantai paling terkenal dari London, atau Ed Gein, yang hobi mendekorasi kerajinan menggunakan organ atau bagian tubuh korbannya. Jika ingin yang rasa lokal, ada Ahmad Suradji, salah satu pembunuh berantai paling keji dari Indonesia yang profilnya pernah kami bahas secara mendalam.


Namun, ternyata sejarah membuktikan bahwa pembunuh berantai tak hanya didominasi kaum pria saja. Ada beberapa nama pembunuh berantai wanita yang kekejamannya tak kalah sadis dari nama-nama di atas. Hal yang berbeda dari para malaikat pembunuh ini adalah profesinya, namun mereka punya satu kesamaan: Mereka adalah pembunuh berantai wanita paling kejam yang pernah ada.

7. Amelia Dyer

Nama alias: The Reading Baby Farmer
Wanita psikopat ini lahir pada tahun 1837. Ia mendapat pendidikan sebagai seorang perawat, namun pada akhirnya ia mendapat profesi sebagai seorang baby farmer (orang yang menerima penitipan bayi atau balita di rumahnya dan mendapat bayaran untuk merawat bayi tersebut selagi orang tuanya bepergian atau bekerja). Pekerjaan yang biasa ditemui saat itu.
Pembunuh Berantai Wanita
Kendati ia dihukum gantung atas perbuatannya membunuh satu orang, namun ada yang mengklaim kalau  ratusan korban jiwa telah jatuh di tangannya selama era Victoria. Kendati bekerja sebagai perawat bayi, namun ia tak pernah menghiraukan mereka. Ia hanya peduli pada uang yang ia terima.

6. Jane Toppan

Nama alias: Jolly Jane
Pada tahun 1931, Jane Toppan mengaku telah menghabisi nyawa 31 orang, namun ia dinyatakan tidak bersalah akibat dianggap sudah hilang kewarasan. Ia adalah seorang suster yang hobi memanipulasi laporan rumah sakit dan kerap melakukan eksperimen dengan menggunakan obat-obatan terhadap pasiennya.
Pembunuh Berantai Wanita
Usai menyuntikkan obat dalam dosis yang mematikan, ia hanya duduk manis sembari menyaksikan korbannya yang telah diikat meronta kesakitan hingga tewas. Jane mengaku bahwa tujuan perbuatan menyimpangnya tersebut adalah untuk membunuh lebih banyak orang-orang yang membutuhkan “pertolongan”, yang menurutnya sudah tak pantas untuk hidup.

5. Miyuki Ishikawa

Nama alias: The Demon Midwife
Di pengujung Perang Dunia Kedua di Jepang, ada seorang bidan yang punya tingkat kekejaman yang biadab. Selama hidupnya, bidan bernama Miyuki Ishikawa ini telah menghabisi 103 korban yang semuanya adalah anak-anak.
Pembunuh Berantai Wanita
Ia menganggap bahwa anak-anak yang merupakan keturunan dari orang-orang miskin ini tak punya kesempatan untuk bertahan hidup. Sehingga ia pun merasa bahwa kematian adalah jalan terbaik bagi mereka. Walaupun ia hanya dihukum empat tahun penjara atas kejahatannya, namun rekor pembunuhannya menjadi yang paling berdarah sepanjang sejarah Jepang.

4. Dorothea Puente

Nama alias: The Death House Landlady
Nama beken The Death House Landlady ia peroleh lantaran kejahatan kejinya yang dilakukan selama berada di sebuah indekos di Sacramento, California.
Pembunuh Berantai Wanita
Motivasinya simpel saja: uang. Selama kurun waktu enam tahun, secara kejam dan tak berperikemanusiaan, Puente telah meracuni sejumlah manula dan para penghuni berkebutuhan khusus demi mendapatkan dana keamanan sosial mereka.

3. Aileen Wuornos

Nama alias: The Florida Highway
Dari tahun 1989 hingga tahun 1990, Aileen telah membunuh tujuh orang pria. Karier pembunuhannya pernah diangkat ke layar lebar dalam sebuah film bertajuk Monster. Aileen menopang hidupnya beserta kekasihnya yang bernama Tyria dengan cara bekerja di dunia prostitusi.
Pembunuh Berantai Wanita
Ia berkilah kalau perbuatannya tersebut merupakan caranya membela diri dari para pria yang berusaha memperkosa dirinya. Namun, pengadilan beranggapan kalau bukti adanya mayat yang dipenuhi oleh luka peluru, berkata lain. Ia akhirnya dieksekusi dengan cara disuntik mati di negara bagian Florida tahun 2002.

2. Juana Barraza

Nama alias: The Old Lady Killer
Juana Barraza dikenal luas sebagai “La Mataviejitas” atau dalam bahasa Inggris berarti The Old Lady Killer atas perbuatannya yang telah membunuh 11 wanita paruh baya. Sebagai seorang pegulat wanita profesional, kehidupan Juanna sejak kecil sudah sangat memprihatinkan.
Pembunuh Berantai Wanita
Ia sering dipukuli oleh ibunya yang pemabuk berat. Bukan hanya itu saja, ibunya juga mengijinkan pria hidung belang memperkosa anaknya tersebut hanya demi beberapa botol bir. Amarah Juanna terhadap ibunya disalurkan dengan cara membunuh secara brutal wanita tua yang hidup sendirian. Selain dibunuh, harta para korban juga dirampoknya. Saat ini, ia tengah menjalani masa hukuman 759 tahun di penjara Meksiko.

1. Leonarda Cianculli

Nama alias: The Soap-Maker of Correggio
Leonarda adalah tipikal wanita rumah tangga Italia. Ia biasanya memanggang kue dan membuat sabun mandi rumahan. Hanya saja, ia punya bahan spesial dalam kue dan sabun yang ia buat tersebut, daging manusia. Ketika ia mendapat kabar kalau putra kesayangannya, Giuseppe, akan diikutsertakan ke dalam barisan prajurit Italia di Perang Dunia, ia percaya bahwa satu-satunya cara untuk melindungi anaknya di medan perang adalah dengan mengorbankan nyawa manusia.
Pembunuh Berantai Wanita
Maka, antara tahun 1939 – 1940, Leonarda membunuh tiga wanita di Correggio, Italia. Awalnya ia menawarkan tiga gelas anggur yang telah dibubuhi obat tidur kepada korbannya. Setelah itu, ia membunuh mereka dengan sebilah kapak. Ia kemudian mencincang daging mereka untuk kemudian dijadikan bahan kue buatannya, yang biasanya ia hidangkan kepada para sahabat dan kerabat.
Itulah tujuh wanita dengan tingkat kekejaman paling brutal. Mereka dianggap sebagai pembunuh berantai paling kejam dan paling amoral yang pernah dilahirkan. Ke depannya, kami akan membahas secara eksklusif beberapa profil mereka satu-persatu, jadi kunjungi terus Boombastis dan tunggu artikelnya tayang ya. Domino QQ


EmoticonEmoticon