Minggu, 26 Februari 2017

5 Kisah Nyata dari Orang-Orang Pernah Berjalan Melintasi Waktu

Tags



Jika membahas tentang ‘Time Traveler’, mungkin sebagian besar dari kita menganggap itu hanya tema dari film ber-genre fantasi. Namun ternyata, secara ilmiah menjelajah waktu merupakan hal yang mungkin. Bagaimana bisa?


Setidaknya itu menurut Teori Relativitas Umum yang jabarkan oleh Albert Einstein. Tak sampai di sana, para ilmuan juga ada yang mendukung teori tersebut setelah melakukan percobaan dengan mengirim partikel amat kecil yang disebut muon ke masa depan. Namun, percobaan tersebut belum memungkinkan mengirim sesuatu yang lebih besar, terlebih manusia.
Untuk saat ini, bisa dibilang bahwa manusia yang menjelajah waktu memang sulit dipercaya. Namun, ternyata ada beberapa kisah yang berkaitan dengan perjalanan waktu dan sulit disangkal. Berikut adalah lima kisah tersebut.

Andrew Carlssin

Pada tanggal 28 Januari 2003, seorang pria bernama Andrew Carlssin diringkus oleh FBI atas permintaan Security and Exchange Commission terkait dengan kecurigaan melakukan insider tranding. Hal itu bermula ketika Carlssin diketahui berhasil meningkatkan portfolio yang semula 800 dollar menjadi 350.000.000 dollar hanya dalam dua minggu. Saat diinterogasi, Carlssin mengaku jika ia berasal dari tahun 2256.
Pihak FBI berusaha menemukan data diri Carlssin, namun ternyata tidak mudah, seolah pria tersebut tidak pernah ada sebelumnya. Namun ketika ditanya di mana lokasi mesin waktunya, pria tersebut menolak memberi tahu dan mengaku takut jika mesin waktunya akan disalahgunakan. Kisahnya ternyata hanya sampai di situ, karena setelahnya, tiba-tiba saja ia menghilang dan kasusnya tidak pernah diungkit lagi. Pihak FBI juga menyangkal pernah menangkap pria bernama Carlssin.

Ashabul Kahfi

Berkisah tentang beberapa pemuda yang bersembunyi di dalam gua untuk melarikan diri dari kejaran orang-orang zalim yang ingin menangkap mereka. Dalam gua tersebut, para pemuda itu tertidur sekitar setengah hari sampai satu hari saja. Namun, saat keluar dari gua tersebut ternyata zaman telah berubah. Tanpa disadari ternyata mereka telah tidur selama 309 tahun. Padahal dilihat dari ciri fisik mereka, sama sekali tidak ada tanda penuaan.
Kisah tersebut bisa dilihat langsung dalam Al-qur’an Surah Al-Kahfi ayat 19 yang berbunyi “Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka: ‘Sudah berapa lamakah kamu berada [di sini]?’ Mereka menjawab: ‘Kita berada [di sini] sehari atau setengah hari.’ Berkata [yang lain lagi]: “Rabbmu lebih mengetahui berapa lama kamu berada [di sini]. Maka suruhlah salah seorang di antaramu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih suci, maka hendaklah dia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah ia berlaku lemah lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seorang pun.”

Mesin waktu bernama Chronovisor

Pada tahun 1992, seorang pastor Ernetti mengatakan bahwa ia adalah seorang Teolog Perancis bernama Francois Brune, salah satu dari 12 ilmuwan terkenal dunia yang tenar di tahun 1950. Ia juga mengaku telah menemukan sebuah mesin waktu yang disebut Chronovisor. Benda tersebut bukanlah mesin yang sebenarnya, karena Chronovisor dijelaskan lebih menyerupai jendela waktu.
Perangkat yang memungkinkan digunakan untuk melihat masa lalu dan masa depan. Namun, tak jelas bagaimana penampakan Chronovisor sendiri, karena pastor tersebut tidak pernah mengizinkan seorang pun untuk melihatnya. Kabarnya, dua orang yang sempat diizinkan melihat benda itu secara langsung tapi dikabarkan tewas. Hal itu membuat orang-orang jadi ragu dengan kebenaran adanya Chronovisor.

Eleanor Jourdian dan Charlotte Anne Moberly bertemu Marie Antoinette

Dua orang akademisi bernama Eleanor Juardian dan Charlotte Anne Moberly juga diduga pernah mengalami perjalanan kembali ke tahun 1792. Bermula saat keduanya sedang mengunjungi Petit trianon pada tahun 1901. Mereka lalu bertandang ke sebuah istana kecil di kompleks Istana Versailles, Perancis.
Saat sedang berkeliling taman istana, dan sampai di Grand Trianon yang ditutup untuk umum, kedua perempuan tersebut tersesat. Saat mereka menyeberangi jembatan, sesuatu yang aneh terjadi, mereka merasa berasa berada di masa lalu dan juga bertemu dengan Marie Antoinette. Saat mereka kembali mengunjungi Petit Trianon, kedua perempuan tersebut kaget karena jembatan yang sempat mereka seberangi tidak ada lagi di tempatnya.

Victor Goddard mengunjungi masa depan

JH Brennan, seorang penulis buku Time Traveler berjudul A New Perpective menceritakan tentang pengalaman Goddard dalam mengunjungi masa depan. Dalam buku tersebut, diceritakan bahwa tahun 1935, Goddard dikirim untuk memeriksa bekas lapangan terbang di dekat Edinburgh, tepatnya di Drem yang kondisinya sangat tidak layak pakai. Ia pun berniat pulang, namun di tengah perjalanan, hujan lebat terjadi dan ia memutuskan untuk kembali.
Namun saat sampai di lapangan, mendadak cuaca menjadi cerah. Ia juga melihat lapangan sudah selesai direnovasi dan bisa digunakan, bahkan sudah ada 4 pesawat berwarna kuning di sana. Kebingungan tersebut baru terjawab setelah 4 tahun kemudian ia kembali mengunjungi lapangan dan melihat kondisinya berserta pesawat kuning yang persis seperti yang ia lihat dulu. Ia pun berkesimpulan telah melakukan perjalanan waktu.
Di dunia ini memang tidak ada hal yang mustahil. Begitu juga dengan perjalanan waktu, jika Tuhan menghendaki, tentu siapapun bisa melakukan perjalanan yang sulit dipercaya tersebut. Lima kisah di atas mungkin tidak semuanya bisa dibuktikan, namun salah satunya bahkan dibuktikan dengan ayat kitab suci yang tak bisa dibantah. Jadi, mungkin saja perjalanan antar waktu itu bisa terjadi. Domino QQ


EmoticonEmoticon